Setiap tahun di bulan suci Ramadhan ini, umat Islam merayakan dan memperingati suatu kejadian bersejarah yang telah merubah arah sejarah umat manusia. Kejadian Bersejarah itu adalah Nuzulul Qur’an diturunkannya Al Qur’an secara utuh dari Lauhul Mahfuzh di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ. البقرة
“Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Qs. Al Baqarah: 185)
Peringatan turunnya Al Qur’an diwujudkan dalam berbagai acara, ada yang dengan mengadakan pengajian umum, ada yang merayakannya dengan pertunjukan pentas seni, semisal qasidah, anasyid dan lainnya. Dan tidak jarang pula yang memperingatinya dengan mengadakan pesta makan-makan.
Acara yang digelar di Indonesia untuk merayakan nuzulul Qur’an, di antaranya adalah dengan menggelar pengajian, tahlil, khataman Alquran, tumpengan, hingga istighatsah, dan masih banyak acara lainnya.
Salah yang paling dikenal masyarakat secara luas berasal dari Aceh, yaitu kenduri. Ini adalah acara yang berupa buka puasa bersama.
Salah satu menu wajib dalam Kenduri Nuzulul Quran di Aceh adalah kuah beulangong yang dimasak bersama-sama. Ini adalah salah satu masakan khas Aceh Besar yang berisi daging sapi dan kambing dengan campuran aneka bumbu serta buah nangka mentah yang dimasak dalam kuali besar.
tradisi peringatan Nuzulul Quran di Indonesia yaitu dari Jawa, tepatnya di Solo, Jawa Tengah. Dikenal sdengan nama Seribu
Tumpeng, kegiatan ini dilakukan dengan menggiring seribu nasi tumpeng dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Joglo Sriwedari Solo. Biasanya, acara ini digelar setiap malam 21 bulan Ramadhan. Setelah tumpeng selesai diarak, nasi tumpeng ini dikonsumsi oleh warga Solo.
Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun luar gedung .
makna memperingati malam Nuzulul Quran adalah mengingatkan kembali pentingnya menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ini juga bisa memotivasi umat Islam untuk selalu membaca kitab suci agar mendapatkan hidup yang berkah dan diridhai Allah SWT.
Lihar Artikel Lainya disini

